2 komentar
Jumlah korban kecelakaan pesawat Boeing 737-200 milik maskapai penerbangan Mandala Airlines dengan nomor penerbangan RI901, di Medan, Sumatera Utara, Senin (6/9), diperkirakan lebih dari 140 orang - 116 di antaranya penumpang dan awak sedangkan sisanya adalah penduduk sekitar jatuhnya pesawat.

Jumlah ini kemungkinan masih akan bertambah, karena saat gagal take off dari Bandara Polonia, pesawat yang yang dikendalikan Kapten Pilot Askar Timur dan Co-Pilot Dovir Efendi ini membabat perumahan penduduk dan menyambar puluhan penggarap ladang.

Tiga tokoh Sumatera Utara termasuk dalam penumpang yang tewas dalam pesawat naas tersebut. Mereka adalah Gubernur Sumut Tengku Rizal Nurdin, mantan Gubernur Sumut Raja Inal Siregar yang kini jadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sumut serta anggota DPD Abdul Halim Harahap.

Sebenarnya bukan kali ini saja kecelakaan di sekitar Bandara Polonia terjadi. Sejarah kedigantaraan Indonesia, seperti dikutip angkasa online mencatat pernah terjadi sekitar 10 kali kecelakaan atau insiden pesawat di Bandara yang dekat dengan pemukiman penduduk ini.

Pada 11 Juli 1979 misalnya, sebuah pesawat F-28 milik maskapai Garuda Indonesia menabrak salah satu anak pegunungan Sibayak, menewaskan seluruh 62 penumpang termasuk empat awaknya.

Lalu pada 20 November 1985, pesawat C-130H-MP Hercules milik TNI AU bernomor AI-1322 menabrak dinding pegunungan Sibayak saat akan mendarat . Insiden ini menewaskan sedikitnya 10 awak pesawat.

Sabtu 4 April 1987, pesawat DC-9 milik Garuda Indonesia PK-GNQ jatuh dan terbakar di landasan Bandara Polonia, menewaskan 26 awak dan penumpang serta 19 orang luka berat.

Namun, peristiwa kecelakaan pesawat Mandala Airlines yang menimpa pemukiman kawasan Padang Bulan, tepatnya di Jl. Jamin Ginting Pasar VII, Kecamatan Medan Selayang menambah deretan panjang kecelakaan pesawat terbang di tanah air. Tragedi Mandala air pekan ini merupakan peristiwa kecelakaan pesawat terburuk kedua yang pernah terjadi di Medan, sejak 1987.



Berikut beberapa peristiwa kecelakaan pesawat terbang terburuk lainnya yang pernah terjadi di Indonesia, selama satu dekade terakhir ini :

30 November 2004 : Pesawat Lion Air MD-82 yang mengangkut 146 penumpang dan 7 awak tergelincir tergelincir keluar dari landasan pacu di Bandar Udara Adi Sumarmo, Solo, Jawa Tengah.

Peristiwa ini telah menyebabkan sedikitnya 23 orang tewas dan melukai 61 lainnya. Di antara korban tewas terdapat salah seorang tokoh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga Ketua Komisi VIII DPR, Yusuf Muhammad, atau yang lebih akrab disapa sebagai Gus Yus.

Pesawat itu tergelincir dari landasan yang basah karena hujan, dan akhirnya terhenti setelah menabrak sebuah kuburan yang berada di dekat landasan tersebut.

7 November 2002 : Sebuah pesawat kecil bermesin tunggal BN-2A Islander Dirgantara Air Servica (DAS) jatuh hanya dua menit setelah take off dari Bandara Juwata, Tarakan, Kalimantan Timur. Kecelakaan ini menewaskan enam dari sembilan penumpang, ditambah pilot Capt. M. Yusuf yang turut menjadi korban. Pesawat ini sedianya akan terbang menuju Long Bawang.

19 Desember 1997 : Pesawat Boeing 737-300 milik maskapai penerbangan SilkAir menukik dari ketinggian 30.000 kaki ke dasar Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan. Seluruh penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 104 orang tewas dalam kejadian ini.

26 September 1997 : Pesawat Airbus A-300-B4 milik Garuda Indonesia dengan penerbangan GA 152 jatuh di Desa Buah Nabar, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara - sekitar 32 km dari Bandara Polonia Medan. Kecelakaan ini menewaskan seluruh penumpangnya yang berjumlah 222 orang dan 12 awak. Hingga kini peristiwa tersebut merupakan kecelakaan pesawat terbesar dalam sejarah penerbangan Indonesia.

22 Mei 1997 : Sebuah pesawat CN-235 versi militer yang dikemudikan pilot uji IPTN Erwin Danuwinata, jatuh di lapangan udara Gorda, Serang, Jawa Barat saat melakukan uji dropping barang dan menewaskan keenam awaknya(red/mikha/cyberMQ)***
 

This Post has 2 Comments

i thought your blog was cool and i think you may like this cool Website. now just Click Here


di Nam FlyingSchool pangkal pinang ada indikasi korupsi,insiden pendidikan,accident pesawat,tindak pidana kekerasan bullying(human error cause overconfidance) disebabkan oleh instruktur terbang nam flyingschool pangkal pinang imam mahendra dan kepala sekolah nam flyingschool pangkal pinang bpk soenaryo melakukan tindakan curang,penipuan,pembohongan publik dan penyalahgunaan wewenang(penyakit power sindrom yang sangat membahayakan)tolong diusut tuntas pihak berwajib dan stakeholder serta masyarakat pada umumnya berjaga-jaga senantiasa demi keselamatan,keamanan,dan kemajuan sumber daya pilot di Indonesia. Terimakasih

Mene’, mene’, Teke’l Ufarsin


Poskan Komentar

Posting Lama Posting Lebih Baru